Sumbarkita – Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Barat menunjukkan tren positif pada semester pertama 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, nilai ekspor daerah ini tercatat meningkat dengan komoditas berbasis kelapa sawit yang masih menjadi penopang utama pengiriman barang ke berbagai negara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, nilai ekspor kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai US$1,56 miliar atau tumbuh 22,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspor pada Juni 2026 saja tercatat sebesar US$386,41 juta, meningkat 163,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati masih menjadi komoditas utama yang menopang ekspor daerah. Kontribusinya mencapai 85,39 persen dari total nilai ekspor selama semester pertama tahun ini.
“Produk olahan kelapa sawit masih menjadi tulang punggung utama perekonomian ekspor Sumatera Barat karena daya saingnya yang sangat kuat di pasar mancanegara,” ujar Hasanudin dalam rilis BPS Sumbar, dikutip Jumat (7/8/2026).
Selain produk turunan kelapa sawit, beberapa kelompok komoditas lain juga mencatatkan peningkatan ekspor. Produk kimia, karet, hingga semen dan klinker menunjukkan pertumbuhan positif sehingga ikut mendorong peningkatan nilai ekspor Sumatera Barat.
Namun, tidak seluruh komoditas mengalami tren yang sama. BPS mencatat nilai ekspor sejumlah produk seperti kopi, teh, rempah-rempah, dan buah-buahan justru mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
India Masih Jadi Tujuan Utama
Berdasarkan negara tujuan, India masih menjadi pasar ekspor terbesar bagi Sumatera Barat sepanjang semester pertama 2026. Posisi berikutnya ditempati Pakistan dan Tiongkok yang mencatat peningkatan permintaan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan mendominasi aktivitas ekspor dengan kontribusi lebih dari 96 persen terhadap total nilai ekspor Sumatera Barat. Sebagian besar pengiriman barang dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.














