Sumbarkita – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut pada Maret 2026 sebanyak 311,14 ribu orang atau 5,27 persen dari total penduduk. Angka itu menurun dibandingkan September 2025 yang mencapai 312,30 ribu orang atau 5,31 persen.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di daerah itu turun sebesar 0,04 persen poin dalam periode September 2025 hingga Maret 2026.
“Jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat berkurang sekitar 1,16 ribu orang dalam rentang waktu September 2025 hingga Maret 2026,” ujarnya dalam rilis resmi BPS di Padang, Rabu (5/8/2026).
Secara tahunan, angka kemiskinan di Sumatera Barat juga menunjukkan perbaikan. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, tingkat kemiskinan turun 0,08 persen poin dari 5,35 persen menjadi 5,27 persen.
BPS mencatat tren penurunan kemiskinan yang cukup konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat menyusut dari 364,51 ribu jiwa pada Maret 2017 menjadi 311,14 ribu jiwa pada Maret 2026.
Meski demikian, terdapat perbedaan tren antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk miskin di kawasan perkotaan justru meningkat sebanyak 3,50 ribu orang, dari 115,18 ribu orang pada September 2025 menjadi 118,68 ribu orang pada Maret 2026.
Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang 4,66 ribu orang, dari 197,12 ribu orang menjadi 192,46 ribu orang pada periode yang sama.
“Terjadi persentase kenaikan kemiskinan perkotaan dari 3,75 persen menjadi 3,82 persen, sementara kawasan perdesaan berhasil turun dari 7,03 persen menjadi 6,88 persen,” kata Hasanudin.













