Sumbarkita – Kepala SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Siptah Hayati, membantah adanya dugaan perundungan terhap siswi berinisial NH yang meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026).
Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial dan grup WhatsApp yang menyebut kematian siswi tersebut diduga berkaitan dengan perundungan di lingkungan sekolah.
Siptah mengatakan, informasi yang beredar telah berdampak terhadap kondisi psikologis para guru. Menurutnya, sejumlah guru mengalami syok, trauma, bahkan takut datang ke sekolah karena berbagai tudingan yang ditujukan kepada pihak sekolah.
“Seperti di postingan Facebook, WhatsApp, semuanya menginformasikan itu. Akibatnya karena beredarnya informasi buruk, membuat guru-guru cemas dan takut pergi ke sekolah karena trauma atas kejadian itu,” kata Siptah kepada Sumbarkita saat ditemui di sekolah, Senin (27/7/2026).
Ia juga menyebut sejumlah wali murid melontarkan hujatan dengan kata-kata kasar melalui media sosial. Menurutnya, pihak sekolah telah menindaklanjuti kondisi tersebut dengan memberikan penjelasan kepada para orang tua siswa melalui grup WhatsApp.
“Untuk wali murid sudah kita tenangkan dan kita beritahu informasinya bahwa tidak ada perundungan di sekolah, jangan percaya informasi sebelah pihak,” ujarnya.
Menurut Siptah, penjelasan tersebut turut meredam keresahan di kalangan orang tua. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung seperti biasa.
Guru Sempat Takut Datang ke Sekolah
Siptah mengungkapkan, ayah NH sempat mendatangi sekolah untuk menanyakan persoalan tersebut kepada kepala sekolah dan para guru.














