Sumbarkita – Seorang perempuan bernama Sukma Roviani (27), warga Nagari Sianok, Kecamatan IV Koto, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan hilang sejak Selasa (21/7/2026). Keluarga menduga Rovi pergi bersama pria berinisial H, yang merupakan mantan calon tunangannya.
Kembaran Rovi, Sovi, menceritakan bahwa saudaranya terakhir kali berada di rumah pada Selasa pagi (21/7/2026). Sekitar pukul 10.00 WIB, ayah mereka pergi ke pasar, sementara Rovi berada di rumah bersama tantenya. Tak lama kemudian, sang tante juga berangkat ke pasar. Saat ayah mereka pulang sekitar pukul 16.30 WIB, Rovi sudah tidak berada di rumah.
“Sejak itu kami langsung mencari ke tempat-tempat yang biasa didatangi Rovi dan menghubungi teman-temannya, tetapi sampai sekarang belum ada hasil,” kata Sovi kepada Sumbarkita pada Minggu (26/7/2026).
Saat meninggalkan rumah, kata Sovi, Rovi tidak membawa telepon genggam karena ponsel itu sebelumnya disita keluarga. Ia menyebut bahwa Rovi membawa tas ransel berwarna biru yang berisi identitas diri dan satu stel pakaian ganti.
Sovi mengatakan bahwa orang tua mereka telah membuat laporan orang hilang ke Polsek Koto Tuo pada siang hari. Ia menyebut bahwa polisi meminta orang tua Rovi untuk melanjutkan pelaporan ke Polres Bukittinggi.
Sebelum Rovi menghilang, kata Sovi, keluarga sempat membatalkan rencana pertunangannya dengan pria berinisial H (35 tahun) asal Bengkalis. Ia menyebut bahwa hubungan keduanya terjalin sejak Februari 2026 setelah berkenalan di Pekanbaru ketika Rovi mengajar di salah satu sekolah swasta.
Sovi menjelaskan bahwa keluarga membatalkan rencana pertunangan keduanya karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada identitas H. Ia mengatakan bahwa H pernah mengaku sebagai ajudan Gubernur Riau saat pertama kali bertemu keluarga. Namun, setelah ditelusuri melalui sejumlah kenalan, pengakuan tersebut tidak benar.
Selain itu, kata Sovi, keluarga telah beberapa kali menjadwalkan pertemuan untuk membahas pertunangan. Pertemuan yang semula direncanakan pada 1 Juni 2026 belum menghasilkan kesepakatan tanggal. Pertemuan kemudian dijadwalkan ulang pada 2 Juni, 6 Juni, dan 13 Juni 2026, tetapi selalu batal karena H menyampaikan berbagai alasan.












