Sumbarkita – Seorang siswi kelas III SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berinisial NA (10), meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026). Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengaku kepada ayahnya bahwa ia didorong oleh dua teman di sekolah setelah beberapa hari mengeluhkan sakit pada bagian pinggang.
Ayah korban, Wahid Al Amin (41), menduga putrinya meninggal dunia akibat dugaan perundungan yang dialaminya di lingkungan sekolah. Ia mengatakan, sebelum kondisi korban memburuk, putrinya sempat terlibat cekcok dengan teman sekolah pada Senin (20/7/2026). Menurutnya, perselisihan tersebut telah didamaikan oleh guru.
“Pada Senin, setelah pulang sekolah, dia murung saja di rumah, seperti orang ketakutan, menyudut di ujung kasur dan merungkuk. Ditanya kenapa, Nak? Dia menjawab tidak ada apa-apa, ngantuk, kemudian saya minta anak saya untuk istirahat,” kata Wahid kepada Sumbarkita, Senin (27/7/2026).
Wahid menuturkan, pada sore hari kondisi putrinya mulai menurun. Korban mengeluhkan nyeri di bagian pinggang disertai batuk. Ia kemudian memberikan obat dan memutuskan agar anaknya tidak masuk sekolah keesokan harinya.
“Pada Selasa itu dia tidak masuk sekolah, namun pada Rabu tanggal 22 kondisi dia kembali memburuk. Dia tidak mampu berdiri, duduk, bahkan kesulitan untuk tidur karena merasakan sakit saat bergerak,” ujarnya.
Karena kondisi korban tak kunjung membaik, Wahid membawa putrinya untuk diurut. Namun, demam korban semakin tinggi dan kondisinya terus memburuk hingga Kamis (23/7/2026).
Menurut Wahid, pada hari itulah putrinya mulai menceritakan penyebab sakit yang dirasakannya.
“Pada Kamis itu dia mulai bercerita, ketika ditanya dia bilang pinggangnya sakit, didorong sama dua orang teman. Entah itu didorong ke lantai atau ke dinding, namun detailnya tidak begitu jelas karena anak saya sudah berbicara ngawur karena merasa kesakitan,” tuturnya.














