Sumbarkita – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengapresiasi penyelenggaraan Padang International Animation and Game Expo (PIAGEX) 2026 sebagai ajang pengembangan kreativitas dan kompetensi pelajar di bidang animasi, coding, dan pengembangan gim.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam penutupan sekaligus pengumuman pemenang PIAGEX 2026 di Gedung Youth Center Kota Padang pada Senin (27/7/2026). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Disdikbud Kota Padang Ikhwansyah dan Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Diskominfo Kota Padang sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengarah PIAGEX, Romy Elpa Segas.
Gedung Youth Center dipenuhi antusiasme generasi muda yang menampilkan kreativitas dan kemampuan di bidang animasi serta pengembangan gim. Kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini mempertemukan pelajar, komunitas kreatif, pelaku industri, dan unsur pendidikan dalam satu ruang kolaborasi.
Beragam kompetisi, mulai dari animasi, coding block, hingga pengembangan gim, menjadi wadah bagi para peserta untuk memamerkan karya sekaligus mengasah kemampuan di bidang teknologi dan industri kreatif.
Ikhwansyah mengatakan PIAGEX 2026 diikuti oleh 96 peserta dari berbagai sekolah di Kota Padang, termasuk perwakilan guru.
“Kami dari Disdikbud sangat mengapresiasi kegiatan PIAGEX yang dilaksanakan di tahun 2026 ini. Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta dari seluruh sekolah-sekolah yang ada di Kota Padang, dan ada juga perwakilan guru,” katanya.
Ia menilai penyelenggaraan PIAGEX selaras dengan program Padang Juara dan Padang Smart City. Menurutnya, tujuh kategori lomba yang dipertandingkan mencerminkan kebutuhan peserta didik saat ini sekaligus mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang coding dan algoritma.
“Ini tentu sejalan dengan program Padang Juara, Padang Smart City. Dari 7 kategori lomba yang ada, semuanya sangat mewakili kondisi kekinian anak-anak kita, termasuk juga pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam bidang coding dan algoritma,” ujarnya.
Ikhwansyah berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat di bidang coding, meningkatkan kreativitas, sekaligus membuka peluang berprestasi di sektor digital.
“Tentu kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak kita yang memiliki bakat di bidang coding tersalurkan bakatnya, serta menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas mereka,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi hadirnya berbagai karya gim yang mengangkat kearifan lokal Kota Padang. Sejumlah peserta menampilkan gim bertema Gastronomy City dan Loji Belanda sebagai bagian dari semangat menyambut Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 yang diperingati pada 7 Agustus mendatang.
“Ada gim yang buatan anak-anak kita yang berkaitan dengan Gastronomy City dan Loji Belanda. Ini sesuai dengan peringatan Hari Jadi Kota Padang yang ke-357 pada tanggal 7 Agustus nanti. Ini tentu merupakan sebuah peluang bagi anak-anak kita untuk bisa berprestasi dan berkreasi di bidang digital,” katanya.
Pada kesempatan tersebut panitia juga mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori perlombaan. Pada kategori Game Development Tingkat SMP, Juara 1 diraih SlushGame Development melalui gim Minang Destiny (skor 349), Juara 2 MCQ 30 Team dengan Nyx The Alien Jumper (skor 344), dan Juara 3 Eco-Ranger dengan AdiwiSchool (skor 342).
Kategori Edugame Development (Guru) dimenangkan Andre Agasi melalui Hardware Heroes (skor 334), disusul Hafizul Hakim dengan School Defense (skor 323), dan Marina Oktavia dengan Password Defender (skor 311).
Sementara itu, kategori Animasi Pendek 2D/3D menobatkan Percik Animation melalui karya Loji Belanda sebagai Juara 1 (skor 363), Tiara Amelia Putri dengan Dunia Milik Nile sebagai Juara 2 (skor 345), serta Raudhatul Hasanah dengan We’ll Meet Again sebagai Juara 3 (skor 344).
Pada kategori Live Game Coding Block, Juara 1 diraih Zaki Al Mushaddiq dari SMPN 5 Padang, Juara 2 Shidqia Dianata dari SMPN 30 Padang, dan Juara 3 Marcel Rivano Kurniawan dari SMP Maria Padang.
Adapun kategori BFOD 2026-Gastronominang dimenangkan Laureen Nadia Hendrawan asal Jakarta melalui karya Merangkai Semangkuk Rasa, sedangkan Wan Muhammad Abduh asal Malaysia meraih Juara Favorit lewat karya Rasa Leluhur di Dapur Gadang.
Kategori Game Jam Indie Padang dimenangkan Lalizard dari Batigo Studio, sedangkan kategori IP Development – Padang Gastronomy City dimenangkan Rahmat Raffydo melalui karya RANGKU dengan skor 372. Untuk kategori Stand dengan Voting Terbanyak, penghargaan diraih SMPN 2 Padang dan SMP Maria Padang.














