Dalam pertemuan itu, ayah korban disebut menanyakan apakah pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan perundungan di sekolah.
Menurut Siptah, peristiwa tersebut membuat sejumlah guru semakin khawatir untuk datang ke sekolah.
“Karena kejadian itu guru-guru jadi takut untuk datang ke sekolah. Kalau guru-guru tidak hadir, bagaimana siswa belajar,” katanya.
Untuk menjaga keamanan, pihak sekolah kemudian meminta bantuan personel TNI Angkatan Laut yang berada di sekitar sekolah. Setelah adanya pengamanan tersebut, seluruh guru kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Belum Ada Mediasi dengan Keluarga
Siptah mengatakan hingga kini belum ada mediasi antara pihak sekolah dan keluarga NH.
Ia mengaku sempat menerima telepon dari pihak kelurahan yang mengusulkan mediasi dengan melibatkan dinas yang menangani perlindungan anak serta orang tua korban.
Namun, ia menyatakan keberatan apabila mediasi dilakukan di kantor lurah tanpa adanya jaminan keamanan.
“Kalau melakukan mediasi di kantor lurah, apakah pihak lurah menjaga keamanan saya? Kalau tidak bisa dan ingin mediasi, lebih baik dilakukan di sekolah,” ujarnya.
Hingga saat ini, kata Siptah, orang tua NH belum datang ke sekolah untuk melakukan mediasi.














