Sumbarkita – Perantau asal Pasaman, Sumatera Barat, Irman Syah (49), sukses membangun rumah makan Padang bernama Warung Anisah di Belanda setelah meninggalkan profesinya sebagai dokter di daerah tersebut. Kini, ia mengelola dua cabang yang melayani sekitar 300 pelanggan setiap hari.
Irman Syah mengatakan, telah mendirikan lima warung sejak memulai usaha kuliner pada 2012 sembari menekuni pekerjaan sebagai dokter. Namun, pandemi Covid-19 membuat tiga cabang lainnya terpaksa ditutup sehingga kini hanya tersisa dua cabang, yakni di Hilversum dan Amsterdam.
Ia menyebut, seluruh bahan baku yang digunakannya dibeli di Belanda dan diolah langsung olehnya bersama seorang koki kepercayaannya yang berasal dari Padang agar cita rasa masakan Minangkabau tetap terjaga.
“Yang menentukan rasa bukan asal bahannya, tetapi bagaimana kita mengolahnya. Semua bumbu kami racik sendiri supaya rasanya tetap seperti di kampung,” ujarnya kepada Sumbarkita melalui sambungan telepon pada Rabu (5/6/2026) malam.
Ia mengatakan, cabang Hilversum lebih banyak dikunjungi warga Belanda dan masyarakat dari berbagai negara Eropa. Sementara itu, cabang Amsterdam didominasi pelanggan asal Indonesia yang tinggal di Belanda maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Ia menyebut, rumah makan tersebut juga pernah dikunjungi sejumlah pejabat Indonesia, selebgram, hingga pemain Tim Nasional Indonesia, termasuk Thom Haye.
“Rendang adalah menu yang paling banyak dicari pelanggan. Rendang juga yang mengubah hidup saya. Rendang ini juga memiliki peran penting dalam perjalanan usaha saya karena hidangan itulah yang mengantarkan saya menjadi juara dalam festival kuliner dan membuka jalan menuju dunia usaha,” ujarnya.
Ia menyebut, kedatangannya ke Belanda bersama sang istri bermula pada 2001 melalui program penempatan tenaga kesehatan yang difasilitasi PT Binawan. Saat itu, mereka hanya mengeluarkan biaya pembuatan paspor, sedangkan biaya keberangkatan ditanggung Pemerintah Belanda dan kemudian dipotong secara bertahap dari gaji selama bekerja.











