Sumbarkita — Sumatera Barat (Sumbar) kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Sosial Budaya 2025, provinsi itu menjadi daerah dengan persentase penduduk tertinggi yang mengunjungi perpustakaan selama tiga bulan terakhir.
Data tersebut menunjukkan bahwa 17,75 persen penduduk Sumbar tercatat mengunjungi perpustakaan dalam periode pengukuran. Angka itu menempatkan Ranah Minang di posisi pertama secara nasional, mengungguli sejumlah provinsi yang selama ini dikenal memiliki budaya literasi yang kuat.
Di bawah Sumbar terdapat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan persentase 16,78 persen, disusul DKI Jakarta 16,05 persen. Selanjutnya, ada Kepulauan Bangka Belitung sebesar 15,44 persen, Aceh 15,32 persen, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 15,13 persen.
Posisi tujuh hingga sepuluh ditempati Bengkulu dengan 14,46 persen, Kalimantan Utara 13,98 persen, Sulawesi Selatan 13,46 persen, serta Kalimantan Selatan 13,27 persen.
Kesepuluh provinsi tersebut menjadi daerah dengan tingkat kunjungan perpustakaan tertinggi berdasarkan survei BPS.
Capaian Sumbar menjadi indikator positif bagi pengembangan budaya literasi di daerah. Tingginya angka kunjungan memperlihatkan bahwa perpustakaan masih menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi, menambah pengetahuan, maupun menunjang kegiatan belajar.
Keberadaan perpustakaan yang mudah diakses, dukungan lembaga pendidikan, serta berbagai program literasi yang berkembang di berbagai daerah diduga ikut mendorong tingginya tingkat kunjungan masyarakat. Meski demikian, BPS tidak merinci faktor-faktor yang menjadi penyebab tingginya angka kunjungan di masing-masing provinsi.
Menurut BPS, data tersebut mengukur persentase penduduk yang mengunjungi perpustakaan dalam tiga bulan terakhir, bukan tingkat kegemaran membaca secara keseluruhan. Dengan demikian, hasil survei lebih menggambarkan pemanfaatan fasilitas perpustakaan oleh masyarakat daripada jumlah buku yang dibaca atau durasi membaca.














