Sumbarkita – Sepekan setelah keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, Sumatera Barat, sejumlah siswa masih menjalani perawatan. Namun, keluarga korban mengaku kecewa karena belum melihat adanya perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh yang datang memastikan kondisi siswa.
Salah seorang orangtua korban, Rafkiman, mengatakan hingga hari ketujuh setelah kejadian, pihak SPPG belum datang ke rumah maupun rumah sakit untuk melihat kondisi anak-anak yang terdampak.
Menurutnya, keluarga korban tidak hanya mengharapkan penanganan medis, tetapi juga kepedulian dan komunikasi dari pihak yang menyediakan makanan dalam program MBG.
“Sudah satu minggu sejak kejadian. Sampai sekarang pihak SPPG belum datang ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak. Anak saya sempat di rujuk ke RS M Djamil Padang satu hari,” ujarnya, Senin (21/9).
Rafkiman juga mengatakan belum ada permintaan maaf yang disampaikan secara langsung kepada keluarga korban.
Kekecewaan keluarga semakin bertambah karena masih ada siswa yang membutuhkan perawatan. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan di Kota Padang.
Anak Rafkiman merupakan salah satu siswa yang dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan dokter spesialis Neurologi.
Saat ini, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium untuk mengetahui secara lebih jelas kondisi kesehatan anak setelah mengonsumsi makanan MBG tersebut.













