Sumbarkita – Hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang terhadap enam sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh, Kota Pariaman, menunjukkan dua sampel tidak memenuhi syarat.
Dua sampel tersebut adalah nasi putih dan ayam tepung. Sementara empat sampel lainnya, yakni tahu, saus blackpepper, sayur buncis plus jagung, serta semangka kuning, dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan parameter yang diperiksa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan pada sampel nasi putih ditemukan bakteri Bacillus cereus sebanyak 6,7 × 10⁶ per kilogram dan Staphylococcus aureus sebanyak 1,5 × 10⁵ per kilogram.
“Untuk sampel nasi putih, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya Bacillus cereus 6,7 × 10⁶ per kilogram dan Staphylococcus aureus 1,5 × 10⁵ per kilogram,” kata Rudy, Senin (21/9/2026).
Menurut Rudy, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, sampel nasi putih dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Sementara pada sampel ayam tepung, BBPOM menemukan Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 × 10⁵ per kilogram. Sampel tersebut juga dinyatakan tidak memenuhi syarat.
“Pada sampel ayam tepung ditemukan Staphylococcus aureus 1,8 × 10⁵ per kilogram. Sampel ayam tepung juga dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Rudy mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap enam sampel makanan yang merupakan bagian dari menu MBG yang dikonsumsi siswa. Keenam sampel itu yakni nasi putih, ayam tepung, tahu, saus blackpepper, sayur buncis plus jagung, serta semangka kuning.













