Sumbarkita – Longsor menerjang kawasan tambang emas ilegal di aliran Sungai Kuantan, perbatasan Nagari Silokek dan Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.
Kasi Humas Polres Sijunjung, AKP Irwan Doni, mengatakan, longsor itu terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan empat orang terluka.
“Akibat kejadian itu empat orang yang bertugas menjaga ponton di lokasi mengalami luka ringan dan dibawa ke Puskesmas Gambok,” tuturnya kepada Sumbarkita, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan, saat kejadian terdapat 12 ponton beserta mesin dompeng yang berada di lokasi dan kemudian tertimbun material longsor.
Ia melanjutkan, pihaknya sudah mengingatkan pemilik untuk memindahkan ponton dari lokasi tersebut saat penilaian Geopark Silokek pada 15-21 Agustus 2026.
“Sebelumnya sudah diingatkan ketika adanya kegiatan penilaian Geopark Silokek pada 15-21 Agustus kepada pemilik untuk memindahkan ponton dari kawasan sungai, mungkin karena takut jauh dari lokasi makanya mereka tidak mendengarkan,” tuturnya.
Ia melanjutkan, saat longsor terjadi tidak ditemukan aktivitas penambangan di lokasi.
“Pada saat kejadian itu tidak ditemukan adanya aktivitas tambang yang ada itu cuma peralatannya saja seperti ponton, mesin dompeng dan lain-lain,” tuturnya.











