Sumbarkita – Kabut asap mulai terpantau menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Minggu (23/8/2026).
Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berada di kisaran 4 kilometer.
“Jarak pandang akibat kabut asap saat ini terpantau berada di kisaran 4 kilometer. Kondisi tersebut masuk dalam kategori haze,” ujarnya kepada Sumbarkita, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan, kabut asap tersebut dipengaruhi 20 titik panas (hotspot) yang tersebar di Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan. Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi asap dari daerah di luar Sumbar.
“Kabut asap ini juga kiriman dari Riau dan Jambi karena hembusan angin dari arah tenggara,” katanya.
Ia menyebut, selain di Dharmasraya saat ini kualitas udara di wilayah Sumbar berada dalam kategori sedang dan masih dalam kualitas sehat.
“Untuk kualitas udara di Dharmasraya saat ini terpantau dalam kategori tidak sehat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan analisis citra satelit, sebaran asap masih berpotensi meluas pada hari ini. Kendati demikian, kabut asap diperkirakan berkurang dalam tiga hari ke depan karena wilayah Sumbar berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang membantu mengurangi kabut asap dan membuat kondisi kualitas udara mulai membaik.










