Sumbarkita — Setiap hari selepas salat Subuh, Rumaini (60) memulai perjalanan dengan mendorong gerobak sorong berisi sekitar 30 ikat sayur dari rumahnya untuk menjajakan dagangan menuju kawasan sekitar Jembatan Taman Siswa (Tamsis), Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.
Perjalanan itu bukan jarak dekat, Rumaini harus menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 7 kilometer dari rumahnya yang berada di kawasan Ampang, Kelurahan Kuranji, Kota Padang.
Di usia senjanya, dengan tubuh yang mulai membungkuk, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Habis salat Subuh saya langsung berangkat. Pulangnya kalau sayur sudah habis,” katanya saat ditemui di tepi jalan kawasan Alai Parak Kopi, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp50 ribu setiap hari. Hasil tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga besarnya. Ia menyebut, rumah yang ditempatinya dihuni 12 orang yang terdiri dari anak, menantu, dan cucu.
Namun, nasib baik tidak selalu berpihak kepada Rumaini. Saat musim hujan, jumlah pembeli berkurang sehingga sayuran yang dibawanya terpaksa dibawa pulang.
“Kalau tidak habis, sayurnya saya bawa pulang untuk dimasak. Pernah juga rugi, apalagi kalau musim hujan,” ujarnya.
Usia yang tidak lagi muda membuat tenaga Rumaini semakin berkurang. Tubuhnya mudah lelah setelah berjalan setiap hari.













