“Yang paling sering sakit itu seluruh badan, terutama punggung. Tapi saya harus tetap berusaha,” tuturnya.
Rumaini mengaku tidak ingin menjadi beban bagi anak-anaknya. Selama masih diberi kesehatan untuk berjalan, ia akan terus mencari nafkah dengan kemampuan sendiri.
“Saya tidak mau bergantung kepada anak-anak. Saya sudah terbiasa bekerja. Rasanya lebih tenang dan bahagia kalau makan dari hasil jerih payah sendiri. Apalagi kalau masih bisa membantu anak-anak. Saya pernah menangis karena di rumah tidak ada yang bisa dimasak dan dimakan. Itu yang paling berat,” ucapnya.
Bagi Rumaini, keluarga menjadi alasan untuk terus melangkah setiap pagi, meski tubuhnya tidak lagi sekuat dulu.
“Yang membuat saya bertahan itu keluarga. Mereka menunggu saya di rumah,” ujarnya.
Rumaini berharap usahanya tetap menjadi jalan rezeki bagi keluarganya. Ia juga berdoa agar seluruh anggota keluarganya selalu diberi kesehatan dan anak-anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.
“Saya berharap keluarga selalu sehat, selalu dijaga Allah, dan anak-anak bisa sukses,” imbuhnya.













