Sumbarkita – Komisi III DPRD Kota Padang mendesak Pemerintah Kota Padang melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase perkotaan setelah banjir melanda sejumlah wilayah pada Senin (3/8/2026). Kapasitas saluran air dinilai tidak lagi mampu menampung tingginya debit air saat hujan deras.
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, mengatakan kondisi drainase saat ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi yang telah menumpuk dalam waktu lama.
“Drainase kota tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi karena masalah sedimentasi yang sudah parah,” kata Helmi usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).
Menurut Helmi, penanganan persoalan drainase tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Ia menilai diperlukan koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Ia menjelaskan bahwa Dinas PUPR bertanggung jawab terhadap saluran utama drainase, sedangkan Dinas Perkim menangani drainase di kawasan permukiman.
“Penanganan drainase membutuhkan koordinasi Dinas PUPR untuk saluran utama dan Dinas Perkim untuk kawasan permukiman,” ujarnya.
Meski menyoroti persoalan infrastruktur drainase, Helmi mengapresiasi langkah cepat Dinas PUPR dalam menangani genangan yang muncul saat hujan deras. Menurutnya, pembentukan tim Unit Reaksi Cepat (URC) telah membantu mempercepat penanganan sumbatan pada saluran air.
“Tim URC langsung diturunkan ke titik penyumbatan guna mempercepat aliran air saat hujan deras melanda,” tuturnya.
Helmi menilai keberadaan tim tersebut berdampak pada berkurangnya durasi genangan di sejumlah kawasan. Jika pada kejadian banjir sebelumnya air baru surut dalam waktu enam hingga delapan jam, kini genangan dapat surut lebih cepat.
“Jika sebelumnya genangan baru surut dalam 6 hingga 8 jam, kini air dapat surut lebih cepat,” ucapnya.
Selain penanganan teknis di lapangan, Helmi menyebut kondisi pasang surut air laut juga turut memengaruhi kecepatan surutnya genangan. Pada saat hujan deras melanda Kota Padang, tidak terjadi pasang laut yang dapat memperparah luapan sungai dan genangan air.
“Penanganan genangan di lapangan berjalan baik karena saat hujan deras tidak bersamaan dengan naiknya pasang laut,” pungkasnya.














