Sumbarkita — Angin kencang yang disertai cuaca ekstrem merusak enam rumah Nagari Simpang Utara, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada Kamis (16/7/2026) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB. Akibat angin kencang tersebut, tiga rumah rusak berat, tiga rumah lainnya rusak ringan, dan atap toilet Masjid Syekh Muhammad Daud rusak.
“Dua rumah yang rusak berat kehilangan atap di Kampung Pili, Jorong Mudik Simpang, dan di Kampung Tangah, Jorong Mudik Simpang. Sementara itu, satu rumah tertimpa pohon durian,” kata Mardianto pada Jumat (17/7/2026).
Setelah mendapatkan informasi tentang angin kencang yang merusak rumah warga tersebut pukul 16.30 WIB, pihaknya menuju lokasi untuk mendata korban dan memberikan terpal kepada korban.
Perihal rumah warga yang rusak akibat ditimpa pohon durian, Mardianto mengatakan bahwa petugas BPBD bersama pemerintah nagari dan warga telah mengevakuasi pohon itu dari rumah korban. Untuk sementara, pihaknya menutup atap rumah yang rusak dengan menggunakan terpal.
“Penanganan darurat telah dilakukan. Tetapi, tiga rumah tersebut masih memerlukan perbaikan karena sebagian material atap, seperti seng dan rangka kayu, tidak dapat digunakan kembali,” tutur Mardianto.
Mardianto mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Selain itu, Mardianto mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi pohon-pohon besar yang berada di sekitar rumah. Ia menyatakan warga untuk memangkas atau menebang pohon yang dinilai membahayakan untuk mengurangi risiko saat terjadi angin kencang.
Wali Nagari Simpang Utara, Martias, mengatakan bahwa dua warga yang rumahnya rusak berat masih bertahan di rumah masing-masing. Sementara itu, satu warga yang rumahnya rusak, Armaini, mengungsi ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. (Muhammad Okta Ilvan)













