Sumbarkita – Kawasan wisata Kapalo Banda Taram di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, menghadirkan wahana baru berupa Off-road Kapalo Banda Taram yang mulai beroperasi setelah Lebaran 2026. Wahana ini menawarkan pengalaman petualangan menyusuri aliran sungai dan kawasan hutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pemilik armada jeep.
Salah seorang pengelola Kapalo Banda Taram, M. Yusri Mazahendra, mengatakan ide menghadirkan wisata off-road berawal dari sejumlah warga yang telah memiliki pengalaman di bidang tersebut. Gagasan itu kemudian dikembangkan menjadi salah satu atraksi baru untuk menambah daya tarik kawasan wisata Kapalo Banda Taram.
“Teman-teman di sini sudah punya pengalaman tentang off-road. Dari situ muncul ide untuk membuka Off-road Kapalo Banda Taram,” ujar Yusri pada Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, Kapalo Banda selama ini dikenal sebagai kawasan hulu saluran irigasi. Sejak 2014, kawasan tersebut mulai dikelola sebagai objek wisata dan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas serta atraksi baru.
Saat ini, Off-road Kapalo Banda Taram mengoperasikan 17 unit jeep melalui sistem kerja sama bagi hasil antara pengelola dan masyarakat pemilik kendaraan. Selain itu, tersedia empat unit ATV yang belum dioperasikan karena masih dalam kondisi rusak.
Pengunjung dapat memilih dua paket perjalanan. Paket pertama berdurasi sekitar 45 menit dengan tarif Rp500 ribu per jeep berkapasitas maksimal empat orang atau empat orang ditambah satu anak. Paket kedua berdurasi sekitar 1,5 jam dengan tarif Rp800 ribu per jeep. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan helm selama perjalanan sebagai bagian dari standar keselamatan.
Menurut Yusri, lintasan off-road di Kapalo Banda Taram memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lintasan serupa di daerah lain karena lebih banyak melintasi aliran sungai dan kawasan hutan.
“Kalau main off-road di Kapalo Banda, kita lebih banyak main air dan juga melalui hutan,” katanya.












