Sumbarkita – Sumatera Barat kembali mencatat prestasi di sektor pariwisata nasional. Sebanyak tujuh event unggulan daerah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program strategis Kementerian Pariwisata RI yang menjadikan event sebagai instrumen penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Penetapan tersebut menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi dengan kekuatan event budaya yang konsisten dan berdaya saing. Ketujuh event dinilai memiliki keunikan berbasis tradisi, tata kelola yang matang, serta kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Secara nasional, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari 38 provinsi dalam KEN 2026. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan penguatan kualitas penyelenggaraan event di berbagai daerah.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, KEN tidak sekadar kalender kegiatan, melainkan instrumen pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Event daerah kami dorong bukan hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. KEN menjadi etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” ujar Widiyanti saat peluncuran KEN 2026, Jumat (23/1/2026).
Bagi Sumatera Barat, kehadiran tujuh event dalam KEN 2026 membuka peluang lebih besar dalam menarik pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara sepanjang tahun. Dampaknya diharapkan mampu menggerakkan UMKM, pelaku seni, serta sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menjelaskan seluruh event yang masuk KEN telah melalui proses kurasi ketat, mencakup inovasi konsep, tata kelola, strategi promosi, hingga analisis dampak ekonomi.
Program KEN 2026 juga sejalan dengan kampanye nasional #DiIndonesiaAja, yang mendorong masyarakat menjelajahi destinasi domestik berbasis budaya dan kearifan lokal.
Ragam Event Unggulan Sumatera Barat
Tujuh event Sumatera Barat yang terpilih dalam KEN 2026 merepresentasikan kekayaan budaya pesisir, daratan Minangkabau, hingga Kepulauan Mentawai.
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Juni 2026, menampilkan tradisi tabuik yang telah menjadi ikon budaya pesisir Pariaman.















