Sumbarkita – Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga luar provinsi kembali memadati Kompleks Makam Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, dalam pelaksanaan Tradisi Basapa 2026. Tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun ini tidak hanya menjadi ajang ziarah, tetapi juga menjadi simbol kuat perpaduan nilai agama, budaya, dan ekonomi masyarakat Minangkabau.
Basapa merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Safar dalam kalender Hijriah untuk memperingati wafatnya Syekh Burhanuddin, ulama besar yang dikenal sebagai penyebar Islam dan pengembang Tarekat Syattariah di Minangkabau. Makam Syekh Burhanuddin yang berada di Nagari Ulakan hingga kini menjadi salah satu pusat wisata religi terbesar di Sumatera Barat.
Nama Basapa berasal dari bulan Safar karena ritual ini hanya dilaksanakan pada bulan tersebut setiap tahun. Tradisi ini diawali dengan ziarah dan doa di makam Syekh Burhanuddin, kemudian dilanjutkan dengan salat berjemaah, zikir, dan doa bersama.
Setiap tahun, ribuan jemaah Tarekat Syattariah dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Ulakan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam di Minangkabau, Basapa juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarsesama jemaah dan masyarakat.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Basapa mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sejarah serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minangkabau.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mendukung pelestarian Basapa sebagai salah satu kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Pengakuan terhadap nilai budaya tradisi ini semakin kuat setelah Basapa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Desember 2020.
Piagam penetapan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada Maret 2021.
Pada pelaksanaan Basapa 2026 yang dibuka secara resmi pada Rabu (29/7/2026), Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebut antusiasme masyarakat untuk mengikuti tradisi tersebut masih sangat tinggi.













