Sumbarkita – Kompleks perumahan mewah Lumin Park di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, rusak parah setelah kembali diterjang banjir setinggi lebih dari 1,5 meter pada Sabtu (10/10/2026) siang.
Kondisi itu terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut, disertai meluapnya air Sungai Lubuk Minturun dan jebolnya tanggul pembatas.
Pantauan Sumbarkita pada Minggu (11/10/2026) siang, luapan air telah berangsur surut, tetapi menyisakan aliran sungai yang melebar dari kondisi semula. Endapan lumpur pekat dengan ketebalan mencapai 30 hingga 60 sentimeter masih menutupi badan jalan dan lantai rumah warga.
Kerusakan fisik juga terlihat mendominasi sejumlah fasilitas, mulai dari akses jalan utama yang rusak parah, saluran air yang tersumbat, hingga dinding beton pembatas yang hancur. Fondasi beberapa unit rumah warga bahkan tampak tergerus arus air.
Di sepanjang jalan kompleks, belasan unit mobil masih tertahan di tengah gumpalan lumpur tebal dalam kondisi rusak dan mati total akibat terendam air. Beberapa orang juga tampak berjibaku membersihkan sisa material banjir.
Penyintas banjir, Hamdan (25), mengungkapkan bahwa air bah merangsek cepat ke area permukiman warga sekitar pukul 12.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Padang. Luapan arus deras tersebut seketika merobohkan dinding pembatas dan menggenangi seluruh area kompleks.
“Air naik sangat drastis hanya dalam waktu 30 menit. Ini merupakan kejadian banjir paling parah yang pernah menerpa perumahan kami sejak November 2025 lalu,” ujarnya ketika diwawancarai di lokasi pada Minggu (11/10/2026).
Hamdan menjelaskan bahwa terjangan air bah kali ini tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga merusak berbagai fasilitas penunjang di area permukiman. Kerasnya hantaman arus bahkan menghanyutkan salah satu bangunan pos tukang yang berada di sudut kompleks.












