Sumbarkita – Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat yang terletak di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Keluhan tersebut meliputi tertukarnya obat antibiotik, ketidaksesuaian dosis obat, hingga tabung oksigen yang jatuh ke arah pasien.
Salah seorang warga Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, berinisial AZ (65) mengaku mengalami pembengkakan pada sejumlah bagian tubuh setelah mengonsumsi obat yang diperolehnya saat berobat pada 9 Februari 2026.
AZ mengatakan, saat itu ia datang bersama istrinya sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan di Poli Cindua Mato. Setelah diperiksa dokter, ia menerima resep obat untuk dikonsumsi di rumah.
Namun, setelah meminum obat tersebut, ia merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya. Kondisinya semakin memburuk pada hari berikutnya hingga sejumlah bagian tubuhnya mengalami pembengkakan.
“Setelah saya minum obat dari rumah sakit, badan saya terasa lain. Besoknya kondisi saya semakin memburuk dan beberapa bagian tubuh saya membengkak,” katanya kepada Sumbarkita, Sabtu (10/10/2026).
Karena khawatir dengan kondisinya, AZ kembali mendatangi rumah sakit bersama istrinya pada 13 Februari 2026. Pada saat itu, pihak rumah sakit meminta obat yang sebelumnya diberikan kepada AZ untuk diperiksa. Setelah membandingkan obat yang dibawanya dengan obat yang diresepkan dokter, ia mendapati adanya perbedaan.
“Saya diberi tahu bahwa obat antibiotik saya tertukar. Saya tentu khawatir dengan kondisi badan saya setelah meminum obat tersebut,” ujarnya.
Keluhan lain juga disampaikan warga Padang Pariaman berinisial A (67). Ia mengaku menjalani perawatan di ruang RICU RS Paru Sumatera Barat sejak 29 Juni 2026.











