Ketika kuliah di UIN Imam Bonjol Padang, dukungan terbesar datang dari abang dan kakaknya. Selain itu, Ade juga berupaya mandiri dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya kos dan uang belanja.
“Alhamdulillah untuk UKT kuliah saya, keluarga hanya membayar tiga kali. Selebihnya dari beasiswa dan uang tabungan yang dikumpulkan,” ungkapnya.
Selama menjadi mahasiswa, Ade aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya menjadi bagian dari tim borang Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dalam proses peningkatan akreditasi.
“Pengalaman yang paling membanggakan bagi saya ketika diamanahkan masuk dalam tim borang Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam. Alhamdulillah hari ini prodi tersebut sudah mendapatkan akreditasi Unggul,” ujarnya.
Menurut Ade, kesempatan memperoleh beasiswa magister menjadi pencapaian penting bagi dirinya dan keluarga. Ia juga menjadi anggota keluarga pertama yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui jalur beasiswa.
“Alhamdulillah saya senang bisa memberikan yang terbaik buat keluarga yang selalu mendukung dalam keadaan apapun. Ini juga menjadi bukti bahwa seorang ibu yang kehilangan sosok pendamping hidup masih mampu menyekolahkan anaknya dengan semangat kebersamaan,” tuturnya.
Keinginan melanjutkan studi magister, kata Ade, didorong oleh keinginannya untuk memperdalam ilmu Pengembangan Masyarakat Islam. Ia memilih program studi yang linier agar dapat memahami bidang tersebut secara lebih mendalam.
“Sayang jika kita hanya mengenal awal dari program studi. Selagi ada kesempatan, saya ingin menuntaskan dan memahami lebih jauh tentang ilmu Pengembangan Masyarakat Islam,” katanya.














