Sumbarkita – Nuardi Koto (54), korban kecelakaan yang melibatkan mobil Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kabupaten Pasaman Barat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu bulan di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Menantu korban, Hafizh Marzuq (29), mengatakan Nuardi mengembuskan napas terakhir pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
“Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Setibanya di rumah duka, jenazah langsung disalatkan dan dimakamkan sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Hafizh kepada Sumbarkita, Senin (20/7/2026).
Meski telah mengikhlaskan kepergian Nuardi, keluarga menegaskan tetap menuntut hak yang dinilai menjadi tanggung jawab pihak terkait.
“Keluarga telah mengikhlaskan kepergian Nuardi. Namun, keluarga tetap menuntut hak yang dinilai seharusnya diterima korban dan keluarganya, karena Nuardi meninggalkan istri dan tiga anak yang masih sekolah,” ujarnya.
Hafizh menjelaskan, keluarga masih dalam suasana berduka. Selama ini istri korban bekerja di sebuah toko yang menjual bahan kue dan plastik, sementara kebutuhan keluarga kerap dibantu oleh anak-anaknya.
Sebelum meninggal, Nuardi dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat luka berat yang dialaminya dalam kecelakaan pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 08.46 WIB di Jambak, Jalur I Sariak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.
Selama menjalani perawatan, korban sempat menjalani tiga kali operasi. Menurut keluarga, Nuardi mengalami patah tulang terbuka di tujuh titik, sehingga harus dipasangi pen pada beberapa bagian tubuhnya. Kondisinya juga sempat mengalami infeksi dan beberapa kali memasuki fase kritis.













