Sumbarkita — Wakidul Kohar resmi memperoleh kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III. Surat keputusan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (13/7/2026).
Wakidul Kohar meraih jabatan profesor dengan kepakaran di bidang Dakwah Multikultural. Ia merupakan putra Desa Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Wakidul Kohar lahir di Jetis, Ponorogo, Jawa Timur, pada 2 April 1974. Pada 1984, ia pindah ke Desa Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ia menikah dengan Fitri Gusma Yeni pada 2002 dan dikaruniai dua anak, yakni Azharya Fatimah Qohary dan Rafy Mowlana Elfayyed.
Pendidikan menengah pertama ditempuhnya di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum, Kecamatan Lunang Silaut, dan lulus pada 1990. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Salido pada 1993.
Selanjutnya, Wakidul Kohar menempuh pendidikan strata satu di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, yang kini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Ia menyelesaikan pendidikan magister di kampus yang sama pada 2001.
Pada tahun yang sama, ia melanjutkan studi doktoral di UIN Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan doktor pada pertengahan Agustus 2028 dengan disertasi berjudul Komunikasi Antarbudaya, Interaksi Sosial dan Keagamaan dalam Implementasi ABS-SBK. Disertasi tersebut dibimbing oleh Rusmin Tumanggor dan Ibnu Hamad.
Dalam perjalanan karier akademiknya, Wakidul Kohar pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) IAIN Imam Bonjol Padang periode 2008–2011. Selanjutnya, ia menjadi Wakil Dekan I FDIK pada 2012–2016.
Setelah itu, ia dipercaya menjabat sebagai Dekan FDIK selama dua periode hingga 2025. Pada masa kepemimpinannya periode 2017–2021, ia bersama tim menggagas program sertifikasi pembimbing manasik haji bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama selama tiga tahun.
Saat ini, Wakidul Kohar menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Imam Bonjol Padang untuk periode 2025–2029.
Selain aktif sebagai pejabat kampus, Wakidul Kohar juga menulis sejumlah buku yang menjadi rujukan di perguruan tinggi, di antaranya Metode Dakwah yang terbit pada 2004 dan Komunikasi Antarbudaya yang diterbitkan pada 2008.
Ia juga menghasilkan sejumlah artikel ilmiah, antara lain Epistemologi Dakwah yang dimuat dalam Jurnal Ilmiah Al-Hikmah pada 2003, Rancang Bangun Keilmuan Dakwah dalam Jurnal Joint Indonesia Malaysia pada 2005, serta Etnosentrisme dalam Era Otonomi Daerah di Jurnal Al-Hikmah pada tahun yang sama.
Selain itu, Wakidul Kohar juga menerbitkan sejumlah artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus, yakni Between Locals and Migrants: Articulation of Islam in the Lives of the Acehnese Muslim Minorities on the Nias Islands di jurnal Contemporary Islam (2025), The Dramaturgy of Da’wah for Religious Communicators in Muslim Minority Communities di Jurnal Ilmiah Peuradeun (2025), serta Practice Acceptance and Label Rejection: Social Ambivalence toward Islam Nusantara in Minangkabau, Indonesia di Jurnal Khazanah (2026).












