“Saya harus ekstra pelan memacu kendaraan karena takut terjatuh masuk ke dalam lubang kerokan yang bergelombang,” kata Asman.
Asman meminta pemerintah dan kontraktor pelaksana segera menuntaskan pengaspalan ulang pada titik-titik yang telah dikerok. Menurutnya, kondisi jalan tersebut perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas akibat minimnya penerangan.
“Pemerintah harus segera menyelesaikan penambalan ini sebelum jatuh korban jiwa, terutama saat malam hari karena minim penerangan,” tegas Asman.
Hingga berita ini ditulis, sebagian besar titik kerokan aspal di ruas jalan tersebut dilaporkan belum ditutupi lapisan aspal baru. Belum ada keterangan dari pihak berwenang maupun kontraktor pelaksana mengenai jadwal penyelesaian perbaikan pada titik-titik yang dikeluhkan pengendara.











