Sumbarkita — PT Semen Padang menggelar upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Indarung, Padang, pada Senin (17/8/2026) pagi.
Upacara itu dihadiri jajaran pemimpin yang mengenakan pakaian adat khas Minangkabau. Mereka ialah Direktur Utama Pri Gustari Akbar, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta Komisaris Ilham Aldelano Azre dan Resiya S, bersama ratusan karyawan serta petugas keamanan.
Pri Gustari Akbar, pembina upacara, mengatakan bahwa peringatan kemerdekaan merupakan momentum untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya nyata di sektor industri nasional.
“Bagi seluruh insan Semen Padang, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan menjaga dan membesarkan perusahaan sebagai aset bangsa yang telah berdiri kokoh sejak 1910,” ujar Pri Gustari Akbar dalam amanatnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya menyelaraskan arah bisnis perseroan dengan tema nasional HUT ke-81 RI, yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, yang diterjemahkan ke dalam tata kelola perusahaan yang transparan dan disiplin.
“Kedaulatan kami maknai sebagai kemampuan bertumpu pada kekuatan internal, sedangkan keadilan dan kemakmuran diwujudkan melalui pertumbuhan bisnis yang sehat serta memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Pri.
Memasuki fase lanjutan transformasi bisnis Semen Indonesia 2025–2026, perseroan mencatatkan kinerja operasional hingga Juli 2026 dengan realisasi produksi semen mencapai 2,6 juta ton atau 107,83 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), tumbuh 111,3 persen secara tahunan. Sementara itu, produksi terak mencapai 2,2 juta ton atau 91,16 persen dari RKAP.
Pada sektor komersial, volume penjualan mencapai 3,2 juta ton atau 93,96 persen dari target. Pendapatan bersih mencapai 102,75 persen dari RKAP atau naik 11,58 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut turut mendorong laba bersih perseroan hingga 130 persen di atas target RKAP atau meningkat 393,9 persen secara tahunan. Sementara itu, beban pokok produksi (COGM) tercatat sebesar 106,08 persen dari pagu anggaran.
Pri mengingatkan jajarannya agar capaian kinerja keuangan tersebut tidak membuat organisasi cepat berpuas diri di tengah persaingan pasar yang dinamis.
“Sisa tahun 2026 harus dimaksimalkan untuk memperkuat efisiensi biaya, memacu penjualan domestik, mempertahankan pasar ekspor, serta mengoptimalkan seluruh aset pabrik,” tutur Pri di hadapan peserta upacara.
Ia mengatakan bahwa sejarah panjang perseroan selama 116 tahun merupakan modal fundamental untuk terus beradaptasi dan berani mengambil keputusan strategis di industri semen.
Suasana peringatan juga diisi pementasan teater kolosal siswa Semen Padang School bertajuk “Dari Indarung untuk Indonesia”. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penurunan bendera kejuaraan sebagai tanda resmi ditutupnya rangkaian kompetisi Semen Padang Sportalympic 2026.
Manajemen turut mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Sportalympic 2026 yang dinilai efektif memupuk solidaritas, disiplin, dan sportivitas antarkaryawan di lingkungan kerja.
Setelah upacara, dalam sesi wawancara dengan media di Indarung, Pri menjelaskan bahwa kematangan usia perusahaan justru menuntut adaptasi operasional yang lebih lincah dan modern.
“Walaupun pabrik ini berusia 116 tahun, cara kerja dan pemikiran kita harus tetap berjiwa muda agar selalu siap menghadapi perubahan industri,” kata Pri.
Ia menekankan bahwa penguatan efisiensi operasional menjadi kunci utama perseroan dalam menjaga keunggulan kompetitif produk di pasar domestik maupun regional.
“Target kami adalah memastikan Semen Padang tetap berdiri tangguh dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional hingga seratus tahun ke depan,” ucap Pri.














