Sumbarkita – Seorang pria lanjut usia (lansia), Gusnali (76), warga Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, membutuhkan bantuan biaya pengobatan sekitar Rp100 juta setelah didiagnosis menderita tumor ganas pada mata.
Putri Gusnali, Netra Susanti (40), mengatakan keluarganya kesulitan membiayai pengobatan karena ayahnya tidak memiliki BPJS Kesehatan. Sementara itu, Netra yang bekerja sebagai petani tidak mampu menanggung seluruh biaya pengobatan. Di sisi lain, ibunya mengalami kelumpuhan sejak kecelakaan sepeda motor sekitar enam tahun lalu.
Netra menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan computed tomography scan (CT scan) yang dibacakan dokter, tumor yang diderita Gusnali telah menyebar hingga ke tulang tengkorak. Saat ini, keluarga masih menunggu kepastian jadwal operasi lanjutan.
Ia menceritakan, masalah kesehatan ayahnya bermula ketika mata Gusnali mengalami kemerahan, gatal, dan nyeri. Keluarga kemudian membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Dari rumah sakit tersebut, Bapak dirujuk ke Padang Eye Center setelah dokter menyampaikan bahwa penyakit pada matanya merupakan tumor ganas,” tuturnya, Jumat (9/10/2026).
Setelah menjalani pemeriksaan di Padang Eye Center, Gusnali menjalani operasi pengangkatan jaringan tumor. Seusai operasi, ia menjalani pemeriksaan lanjutan dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang.
“Di rumah sakit M. Djamil Padang, dokter menyarankan agar bola mata Bapak diangkat untuk menangani penyakitnya. Namun, Bapak tidak mau,” katanya.
Netra melanjutkan, sekitar lima minggu setelah itu, kondisi ayahnya kembali memburuk hingga bola matanya pecah. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Arosuka untuk mendapatkan perawatan selama dua hari sebelum ia kembali dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.













