Sumbarkita – Warga Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota menanam pohon pisang di tengah Jalan Raya Payakumbuh-Mungka sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah, Jumat (31/7/2026).
Aksi tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @payakumbuhkini. Warga mengaku kecewa karena kondisi jalan yang dipenuhi lubang telah lama dibiarkan dan terus memicu kecelakaan.
Ruas jalan yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh itu dilaporkan telah menyebabkan banyak pengendara terjatuh. Selain itu, sejumlah kendaraan warga juga mengalami kerusakan akibat melintasi jalan yang rusak.
Kondisi jalan semakin membahayakan saat hujan turun. Genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Padahal, Jalan Raya Payakumbuh–Mungka merupakan salah satu akses transportasi utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, Putra (24), membenarkan bahwa kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan.
“Jalan ini penuh lubang yang sangat membahayakan keselamatan. Kalau sudah tergenang air hujan, pengendara sama sekali tidak bisa melihat mana lubang yang dalam,” ujar Putra kepada Sumbarkita.











