Di Kompleks Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, derasnya arus banjir dilaporkan menjebol pintu rumah warga. Air juga membawa endapan lumpur tebal hingga masuk ke dalam hunian.
Kondisi serupa terjadi di Perumahan Wahana 2, kawasan Sungai Lareh. Ketinggian air memaksa sebagian warga bertahan di loteng rumah sembari menunggu bantuan berupa perahu karet dan pelampung untuk menyelamatkan diri.
Banjir juga merendam permukiman di Kompleks KIP. Selain itu, luapan air memutus akses jalan utama yang menghubungkan kawasan Akper dengan SMA 12 Padang sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Di Kecamatan Kuranji, luapan sungai turut mengisolasi kawasan wisata alam Guo dan Air Terjun Lubuk Tempurung, Kelurahan Gunung Sarik. Kondisi tersebut membuat akses menuju kawasan itu terganggu.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Search and Rescue (SAR), serta relawan masih melakukan penanganan darurat dan penyelamatan warga di sejumlah titik kritis, termasuk Sungai Bangek, Kompleks Lumin Park, dan kawasan terdampak lainnya.
Sementara itu, BPBD Kota Padang masih melakukan pendataan terkait kemungkinan korban jiwa akibat banjir tersebut. Proses pendataan dan penanganan darurat terus berlangsung di lapangan.










