Sumbarkita — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, mendesak adanya sanksi adat terhadap pertunjukan orgen tunggal yang menampilkan tarian erotis di kawasan Rimbo Tarok, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Desakan tersebut disampaikan setelah rekaman pertunjukan itu viral dan menuai sorotan publik. Evi menilai kejadian tersebut telah mencederai nilai adat dan etika masyarakat Minangkabau.
“Sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar dan anak nagari, saya mengecam keras kejadian ini. Tak cukup hanya permintaan maaf pelaku,” katanya, Rabu (27/7/2026).
Ia melanjutkan, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi para pelaku industri hiburan lokal agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di daerah yang memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Karena ini sudah masuk ranah pidana, yaitu tarian erotis, termasuk pornografi dan pornoaksi yang bisa diancam hukuman penjara 10 tahun. Maka ini adalah peringatan terakhir, sebab kami sebagai anak nagari bisa menempuh jalur hukum,” katanya yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX.
Menurut Evi Yandri, penyelenggaraan hiburan yang dinilai melampaui batas kesopanan di tengah permukiman warga bukan hanya persoalan etika sosial, tetapi juga berkaitan dengan nilai adat yang dijaga masyarakat setempat.
“Saya sarankan Ketua KAN memperkarakan ini secara adat dengan mengundang ninik mamak tapian dan bajinih adat. Pelaku dan pemilik orgen harus dipanggil ke kantor KAN beserta ninik mamaknya. Harus ada sanksi adat,” cakap Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut.
Di sisi lain, Evi juga mengapresiasi respons cepat jajaran aparatur pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum setempat dalam meredam potensi gejolak di tengah masyarakat.
“Tapi sekali lagi, tak cukup minta maaf, Nagari Pauh IX, nagari kami ini dikenal dengan adatnya yang kental, harus ada sanksi adat. Harus disidangkan di KAN,” katanya.
Sebelumnya, pemilik orgen tunggal JMD Music bernama Putra diketahui telah dipanggil camat dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian dalam acara perayaan ulang tahunnya tersebut.
Diberitakan sebelumnya, rekaman pertunjukan tersebut tersebar ke publik setelah diunggah akun Instagram Sumbarkareh. Dalam video itu terlihat seorang perempuan berjoget di atas panggung dengan gerakan yang dinilai vulgar dan disaksikan sejumlah orang.














