Sumbarkita – Gangguan pasokan air Perumda Air Minum (PDAM) yang telah berlangsung selama dua hari di kawasan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Kondisi tersebut memaksa masyarakat membeli air di depot isi ulang untuk berbagai keperluan rumah tangga.
Meningkatnya kebutuhan air membuat sejumlah depot isi ulang di kawasan Jati dipadati pembeli. Warga harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan air, bahkan sebagian terpaksa mencari depot lain karena antrean yang mengular.
Warni (49), warga Jati, mengatakan keluarganya kini sepenuhnya bergantung pada air dari depot sejak aliran PDAM terhenti.
“Sudah dua hari air PDAM tidak mengalir. Terpaksa beli air di depot untuk masak, mandi, dan kebutuhan sehari-hari. Antreannya juga panjang,” ujar Warni pada Kamis (30/7/2026) malam.
Keluhan serupa disampaikan Nezi (25). Ia mengaku kesulitan memperoleh air karena hampir seluruh warga di lingkungannya mengalami kondisi yang sama.
“Kadang harus cari depot lain karena yang biasa kami datangi antreannya sudah panjang. Jadi lebih banyak waktu terbuang hanya untuk mencari air,” katanya.
Sementara itu, Yola (30) berharap gangguan distribusi air dapat segera diatasi agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kalau harus terus membeli air setiap hari tentu menambah pengeluaran. Semoga air PDAM segera mengalir lagi,” tuturnya.












