Sumbarkita — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi di Tiongkok melalui kunjungan Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, ke Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan pada Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan itu Martin didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama serta Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang.
Mereka membahas sejumlah peluang kerja sama di bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian, dan kebudayaan. Salah satu kerja sama yang dijajaki ialah mobilitas mahasiswa dan dosen melalui program Student Mobility dan program Faculty Mobility. Selain itu, terdapat peluang penelitian bersama, pertukaran dosen, kunjungan profesor, dosen tamu, konferensi internasional, short course, hingga program pengembangan kapasitas sivitas akademika.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama mengatakan bahwa kerja sama dengan institusi di Tiongkok diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Program tersebut dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik di luar negeri, mengenal budaya Tiongkok, meningkatkan kemampuan bahasa, dan membangun jejaring internasional.
“Kerja sama internasional harus memberikan ruang yang lebih besar bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia global. Kita berharap kerja sama dengan Tiongkok nantinya dapat diwujudkan melalui student exchange, short course, cultural exchange, maupun program pengembangan kapasitas mahasiswa,” katanya.
Selain kerja sama pendidikan tinggi, pembahasan mencakup peluang kajian mengenai perkembangan Islam di Tiongkok. UIN Imam Bonjol melihat keberadaan komunitas Muslim di Tiongkok sebagai salah satu bidang yang dapat dikembangkan dalam kerja sama penelitian dan pertukaran akademik. Kajian tersebut dapat mencakup sejarah Islam di Tiongkok, pendidikan Islam, kehidupan masyarakat Muslim, hubungan Islam dan Tiongkok, serta perkembangan komunitas Muslim di negara tersebut.
Sebaliknya, UIN Imam Bonjol berpeluang memperkenalkan pengalaman Islam Indonesia kepada mitra di Tiongkok, termasuk tradisi keislaman masyarakat Minangkabau dan konsep Islam Nusantara.
Peluang kerja sama juga dibahas dalam bidang kebudayaan. Program yang dapat dikembangkan antara lain pertukaran budaya, seminar, pengenalan bahasa Mandarin, kegiatan mahasiswa, pameran budaya, serta diskusi mengenai hubungan antarperadaban.
Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang mengatakan interaksi kebudayaan diperlukan untuk memperkuat kerja sama akademik antara kedua pihak.
“Kerja sama akademik akan semakin kuat apabila didukung oleh interaksi kebudayaan. Karena itu, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan program yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat akademik Indonesia dengan mitra di Tiongkok,” ujarnya.
Pihak Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan menyambut penjajakan tersebut dan menyatakan terbuka untuk mendukung hubungan akademik dan kebudayaan antara UIN Imam Bonjol dengan institusi di Tiongkok.
Konsulat juga melihat peluang untuk mempertemukan UIN Imam Bonjol dengan perguruan tinggi maupun lembaga di Tiongkok yang sesuai dengan bidang kerja sama yang akan dikembangkan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama menegaskan kerja sama internasional yang dibangun universitas diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam kegiatan yang dapat diukur dan dirasakan manfaatnya.
“Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama ini dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, seperti mobilitas mahasiswa, penelitian bersama, short course, pertukaran budaya, dan berbagai program pengembangan kapasitas lainnya,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal UIN Imam Bonjol Padang untuk memperluas jejaring dengan institusi pendidikan dan kebudayaan di Tiongkok. Selain memperkuat internasionalisasi kampus, kerja sama yang dijajaki juga diarahkan untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pendidikan, kebudayaan, serta perkembangan Islam dan masyarakat Muslim di Tiongkok.













