Sumbarkita — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di provinsi itu yang berlokasi di Kantor PLN UID Sumbar, Kota Padang, pada Kamis (1/10/2026).
Kehadiran SPKLU Center tersebut menambah infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Sumbar sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Peresmian SPKLU Center dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi; Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misna; Direktur Distribusi PT PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri; Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sumbar, Yozawardi Usama Putra; Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minrova; serta sejumlah pejabat dan mitra PLN. Turut hadir Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto; Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani; Direktur Pelayanan Teknologi Informasi (TI) PLN Icon Plus, Fintje Lumembang; dan General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachmawardini, beserta jajaran. Sejumlah pemimpin dan perwakilan badan usaha serta lembaga lainnya juga menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bank Nagari, PT Energi Anugrah Divina, PT S2P, PLN Energi Primer Indonesia, Polri, TNI, TVRI Sumbar, RRI Padang, serta Himpunan Bank Milik Negara yang terdiri atas BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.
Mahyeldi mengapresiasi kehadiran SPKLU Center pertama di Sumbar itu. Menurutnya, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik menjadi bagian dari transformasi energi dan transportasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di provinsi tersebut.
“Peresmian SPKLU Center pertama di Sumatera Barat bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan simbol transformasi energi dan transportasi menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kami ingin menjadikan Sumatera Barat sebagai green province yang menjadi pelopor dalam pengembangan energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik,” ujar Mahyeldi.
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengatakan bahwa kehadiran SPKLU Center menjadi langkah untuk memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik. Menurutnya, fasilitas tersebut juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), menekan emisi, dan memperkuat kemandirian energi nasional.
“Peresmian SPKLU Center pertama di Sumatera Barat merupakan langkah strategis dalam memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional. Dengan teknologi Ultra Fast Charging, fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik, sekaligus mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik di Sumatera Barat. Kami mengapresiasi komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan berharap pengembangan SPKLU terus diperluas secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucap Andriah.
Direktur Distribusi PT PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengatakan bahwa kehadiran SPKLU Center merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menyiapkan infrastruktur mobilitas masa depan.
“Peresmian SPKLU Center pertama di Sumatera Barat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, melainkan langkah nyata PLN dalam menyiapkan infrastruktur mobilitas masa depan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati kemudahan menggunakan kendaraan listrik, baik di kawasan perkotaan, destinasi wisata, maupun sepanjang jalur lintas Sumatera,” tutur Arsyadany.
SPKLU Center tersebut dilengkapi lima unit pengisi daya berteknologi ultra fast charging. Fasilitas itu ditujukan untuk melayani kebutuhan pengguna kendaraan listrik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah.
Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung mobilitas wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik saat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Sumbar.
Hingga kini terdapat 102 unit SPKLU di Sumbar. Dari jumlah tersebut, 93 unit dikelola PLN.
Hingga Agustus 2026 transaksi SPKLU di Sumbar meningkat sekitar 4,5 kali lipat. Sementara energi listrik yang tersalurkan melalui SPKLU meningkat sekitar 4,4 kali lipat dibandingkan 2025.
General Manager PLN UID Sumbar, Ririn Rachmawardini, mengatakan bahwa penguatan infrastruktur SPKLU akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, mitra usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Keberhasilan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, PLN terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra usaha untuk menghadirkan layanan yang andal, mudah diakses, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujar Ririn.
Dengan bertambahnya infrastruktur pengisian daya, PLN berharap penggunaan kendaraan listrik di Sumbar terus berkembang. Pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, dan perekonomian daerah.
Peresmian SPKLU Center pertama di Sumbar menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung percepatan transformasi energi di daerah.













