Sumbarkita — Seorang pelajar kelas 3 madrasah sanawiah bernama Fatir tewas setelah tenggelam di sungai di Lubuk Pandan, Nagari Inderapura Timur, Kecamatan Airpura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (28/8/2026) menjelang sore.
Wali Nagari Inderapura Timur, Syafriadi Indra, mengatakan bahwa Fatir dan tujuh pelajar lainnya pergi ke Lubuk Pandan setelah mengikuti kegiatan kemah Pramuka sekolah. Setibanya di sungai sekitar pukul 15.00 WIB, delapan pelajar itu mandi-mandi dengan mengenakan pakaian Pramuka.
Syafriadi mengatakan bahwa delapan pelajar tersebut mandi di tempat yang tidak biasa dijadikan tempat mandi-mandi oleh warga setempat. Ia menyebut bahwa para pelajar tersebut bukan warga setempat, melainkan warga Tran Lubuk Ubai, Nagari Tanah Bekali, Kecamatan Airpura.
Ia mengatakan bahwa lokasi tempat para pelajar itu mandi memang dangkal, tetapi arusnya deras. Namun, tak jauh dari tempat itu, di bagian hilirnya, ada kawasan lubuk sedalam kurang lebih 8 hingga 10 meter.
Saat para pelajar itu mandi, kata Syafriadi, Fatir terbawa arus ke tempat yang ada lubuk tersebut. Ia menyebut bahwa seorang teman Fatir berusaha untuk menolong remaja itu dengan cara memegang tangannya.
“Karena temannya tidak dapat bertahan untuk memegang tangan Fatir, pelajar itu masuk ke pusaran air dalam lubuk dan tidak terlihat,” ujar Syafriadi.
Karena Fatir hilang, kata Syafriadi, kawan-kawan memberitahukan kejadian itu kepada warga setempat.
Setelah mendapatkan informasi itu, kata Syafriadi, sejumlah warga mendatangi sungai itu dan mencarinya. Setelah mencari korban sekitar satu jam, warga menemukan korban sekitar pukul 16.10 WIB.













