Sumbarkita — Seorang pejalan kaki tewas setelah tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 di KM 12/700, tepatnya di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Selasa (4/8/2026) siang.
Kepala Humas Kerata Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.50 WIB di KM 12+600 petak jalan antara Stasiun Tabing–Padang.
Berdasarkan laporan masinis, kata Reza, sebelum peristiwa itu terjadi, korban berjalan di sisi jalur kereta api. Ia menyebut bahwa masinis telah membunyikan klakson secara berulang sebagai peringatan agar korban segera menjauh dari jalur rel. Namun, hingga kereta mendekat, katanya, korban tidak mengindahkan peringatan tersebut sehingga temperan tidak dapat dihindari.
“Menurut keterangan saksi di sekitar Pos Batalyon Yonif 133, korban berjalan di tepi jalur menuju Shelter Air Tawar. Pada saat yang bersamaan, KA Pariaman Ekspres melintas dan telah membunyikan klakson sebagai peringatan dari jarak aman. Namun, korban tidak menghindar dari jalur kereta api sehingga KA Pariaman Ekspres tertemper,” tutur Reza.
Shahab menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan bagian dari ruang manfaat jalur kereta api (rumaja) dan ruang milik jalur kereta api (Rumija). Ia menginformasikan kedua ruang itu diperuntukkan khusus bagi kegiatan operasional perkeretaapian dan merupakan area tertutup untuk umum.
“Area tersebut bukan merupakan tempat untuk berjalan kaki maupun melakukan aktivitas lainnya. Demi keselamatan bersama, masyarakat dilarang berada di jalur maupun di sekitar ruang manfaat jalur kereta api,” ujar Reza.
Reza mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur maupun di sekitar rel kereta api. Pihaknya juga mengharapkan masyarakat untuk saling mengingatkan apabila melihat ada orang yang berada di area yang berbahaya tersebut.
“Keselamatan perjalanan kereta api hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh pihak. Oleh karena itu, KAI Divre II Sumbar terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, TNI, komunitas Railfans, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan peningkatan keselamatan dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian. Edukasi juga secara rutin diberikan kepada masyarakat, termasuk para pelajar di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api, agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur kereta api,” ucap Reza.













