Sumbarkita – Banjir yang merendam kawasan Maransi Indah, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026), menyisakan kisah perjuangan warga yang bertahan di tengah kepungan air. Salah seorang warga, Ardian Roli (54), mengaku harus bertahan selama sekitar 17 jam di loteng rumahnya setelah banjir merendam bangunan hingga mencapai ketinggian sekitar 1,7 meter.
Saat ditemui Sumbarkita pada Selasa (4/8/2026), Ardian bersama keluarganya terlihat membersihkan lumpur yang memenuhi rumah serta membereskan perabotan yang rusak akibat banjir. Bekas ketinggian air masih tampak jelas pada dinding rumahnya.
Ardian menceritakan hujan mulai turun sejak sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin. Tak lama kemudian, air mulai menggenangi halaman dan teras rumah.
“Awalnya air sudah mulai tergenang setinggi teras rumah, setinggi betis orang dewasa. Kemudian aliran air dari arah jalan juga mengalir ke halaman rumah,” katanya.
Bersama warga sekitar, ia sempat mencari penyebab genangan tersebut. Mereka menemukan saluran drainase tersumbat dan langsung bergotong royong membersihkannya.
Menurut Ardian, genangan sempat surut setelah saluran kembali terbuka. Namun, situasi berubah drastis dalam waktu singkat ketika air sungai di belakang rumah meluap.
“Setelah itu saya duduk di depan rumah sekitar setengah jam untuk istirahat. Tiba-tiba luapan air sungai di belakang rumah mengalir deras hingga merendam rumah dengan tinggi air sekitar 1,7 meter,” ujarnya sambil menunjukkan bekas ketinggian air di dinding rumah.
Saat air masih setinggi lutut, keluarga Ardian segera mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman dan tidak terdampak banjir. Sementara itu, Ardian memilih bertahan di rumah dan mencari tempat yang lebih tinggi.













