Sumbarkita – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menargetkan kontingen asal daerah itu membawa pulang lebih dari 40 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.
Target itu sekaligus menjadi upaya meningkatkan capaian Payakumbuh dibandingkan prestasi pada Porprov 2016 dan 2018 yang masing-masing menghasilkan 32 medali emas.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Rida Ananda saat memimpin rapat teknis dan audiensi kontingen di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Senin (28/9/2026).
Pada kesempatan itu, Rida meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh beserta seluruh cabang olahraga (cabor) meningkatkan persiapan untuk mengejar target tersebut.
“Kalau sebelumnya 32 medali emas, sekarang sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita tantang lebih dari 40 emas. Kalau bisa 50, tentu menjadi capaian yang luar biasa bagi Payakumbuh,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk menopang persiapan kontingen, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama DPRD telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp7 miliar. Dukungan anggaran tersebut juga diikuti dengan penambahan jumlah anggota kontingen.
“Semula kontingen Payakumbuh direncanakan berjumlah sekitar 350 orang, namun jumlah itu bertambah menjadi sekitar 500 orang,” tuturnya.
Ia juga menekankan pemenuhan kebutuhan dasar atlet selama mengikuti pertandingan. Ia meminta pengurus cabor memastikan konsumsi atlet terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi menghadapi setiap pertandingan.
“Jangan sampai atlet kekurangan makan dan minum. Ketua cabor harus memastikan semuanya berjalan agar atlet bisa fokus bertanding,” ujarnya.
Selain kebutuhan atlet, Rida mengingatkan pengurus kontingen dan cabor agar mengelola anggaran secara transparan. Setiap penggunaan dana harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, menjelaskan Porprov XVI akan menggunakan sistem tuan rumah bersama yang melibatkan 12 kabupaten dan kota. Sementara itu, pembukaan dan penutupan dijadwalkan berlangsung di Kota Padang.
Ia menyebut, pembukaan Porprov XVI dijadwalkan pada 2 Oktober 2026. Namun, Pemko Payakumbuh sebelumnya telah menyurati Gubernur Sumatera Barat pada 8 September 2026 untuk meminta penundaan pelaksanaan hingga November.
Salah satu pertimbangannya berkaitan dengan waktu pengadaan seragam kontingen. Yunida menjelaskan, pengadaan pakaian kontingen dengan anggaran sekitar Rp800 juta tidak dapat dilaksanakan jika pelaksanaan Porprov tetap dimulai pada 2 Oktober karena waktu pengerjaannya terbatas.
“Kalau Porprov tetap dimulai 2 Oktober, pengadaan pakaian kontingen tidak bisa dilaksanakan karena prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemko Payakumbuh telah menyiapkan sejumlah dukungan finansial bagi atlet dan kontingen. Yunida merinci uang Training Center (TC) sebesar Rp85 ribu per hari dengan durasi maksimal 20 hari.
Sementara itu, uang harian atlet ditetapkan Rp200 ribu per hari selama maksimal sembilan hari. Untuk kebutuhan penginapan, anggaran yang disiapkan maksimal Rp800 ribu per hari dengan potongan pajak sebesar 2 persen.
Pemerintah Kota Payakumbuh juga mengalokasikan dana Rp2,634 miliar untuk bonus bagi atlet peraih medali. Besaran bonus tersebut nantinya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Payakumbuh.
Ia melanjutkan, selain bonus medali, terdapat bonus spontan berupa voucer senilai Rp1 juta bagi peraih medali emas dan Rp500 ribu untuk peraih perak. Pencairan bonus tersebut dilakukan melalui mekanisme transfer.
Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti menyatakan kesiapan KONI untuk menjawab target yang diberikan Pemko Payakumbuh. Ia menyebut, KONI Payakumbuh optimistis raihan emas kontingen dapat berada pada kisaran 40 hingga 50 medali.
“Kami optimistis bisa melampaui 40 sampai 50 medali emas. Beberapa cabang olahraga sudah menunjukkan kesiapan,” kata Heru.
Heru juga mengingatkan seluruh pengurus cabor agar tertib dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan anggaran. Pengurus diminta disiplin menyimpan bukti transaksi serta segera mengembalikan sisa dana yang tidak digunakan.
Sejumlah cabor, termasuk sepak bola, telah diberangkatkan lebih awal menuju lokasi pertandingan. Sementara pelepasan resmi kontingen Payakumbuh dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.
Ia melanjutkan, KONI juga menyiapkan evaluasi terhadap cabor yang tidak mampu memenuhi target prestasi. Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya memastikan pembinaan olahraga di Payakumbuh terus berjalan dan target prestasi dapat dicapai.
“Setelah Porprov, cabor yang tidak menghasilkan prestasi akan kami evaluasi secara tegas. Ini untuk memastikan pembinaan olahraga Payakumbuh terus bergerak dan target prestasi tercapai,” pungkasnya.













