Sumbarkita – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terdampak kebakaran Pasar Kayutanam, Kecamatan 2×11 Kayutanam. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat di lokasi pengungsian korban pada Kamis (23/7/2026).
Rahmat didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman. Penyerahan bantuan juga dihadiri Camat 2×11 Kayutanam, Kapolsek, Wali Nagari Kayutanam, unsur Niniak Mamak, jajaran Koramil, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rahmat menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para pedagang dan warga. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai.
“Musibah ini tentu menjadi ujian bagi kita semua. Saya mengajak seluruh masyarakat yang terdampak untuk tetap sabar dan kuat. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi musibah ini sendirian. Kami akan terus hadir bersama masyarakat, mulai dari penanganan darurat hingga proses pemulihan nantinya,” ujar Rahmat.
Sebagai bentuk respons cepat pemerintah, seluruh kepala keluarga terdampak menerima paket bantuan dengan jenis dan jumlah yang sama. Bantuan tersebut terdiri atas sembako, family kit, hygiene kit, selimut, kasur, tikar, paket rendang, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya untuk masa pengungsian.
Bantuan yang disalurkan berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang tersedia di gudang BPBD Kabupaten Padang Pariaman serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Padang Pariaman mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal, mulai dari penyediaan logistik, pelayanan di lokasi pengungsian, hingga proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah nagari, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan para korban sehingga mereka segera kembali menjalankan aktivitasnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Pasar Kayutanam pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 10.13 WIB. Sedikitnya 15 petak kios hangus terbakar dengan kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas yang menyebabkan ledakan kompor di salah satu warung. Api kemudian dengan cepat menjalar ke deretan kios yang berdempetan.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengerahkan lima unit armada pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Upaya tersebut mendapat bantuan armada dari Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. Setelah hampir tiga jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang warga mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah mendapat penanganan medis. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
Selain menghanguskan 15 kios, kebakaran juga membuat enam keluarga kehilangan tempat tinggal karena selama ini mereka menetap di kios pasar. Seluruh harta benda, barang dagangan, pakaian, dan perabot rumah tangga mereka turut ludes terbakar.














