Sumbarkita — Sejumlah pasien mengeluhkan dugaan adanya karyawan atau keluarga karyawan RSUD M. Natsir Solok yang mendapat pelayanan lebih dahulu tanpa mengantre. Keluhan itu disampaikan saat pasien menjalani kontrol di Poli Saraf RSUD M. Natsir, Jalan Nangka, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada Jumat (21/8/2026).
Salah seorang pasien, Z (72 tahun), warga Tanah Garam, Kota Solok, mengatakan telah datang sejak pagi untuk menjalani kontrol vertigo yang telah dilakukannya sekitar tiga tahun. Ia juga menjalani pemeriksaan kondisi kaki yang sebelumnya mengalami cidera akibat kecelakaan sepeda motor.
Menurut Z, persoalan antrean menjadi salah satu keluhan yang dirasakannya ketika menjalani kontrol di Poli Saraf. Ia mengatakan bahwa pada Jumat (21/8/2026) hingga sekitar pukul 11.00 WIB baru tiga nomor antrean yang dipanggil.
“Saya sudah datang dari pagi. Sekarang sudah jam 11.00 WIB, baru tiga nomor yang dipanggil,” kata Z.
Di tengah lamanya waktu menunggu, Z mengaku melihat pasien yang menurutnya memiliki hubungan dengan karyawan rumah sakit mendapat pelayanan lebih dahulu.
“Kalau ada karyawan atau keluarganya yang mau berobat, mereka tidak perlu antre dan didahulukan. Padahal, pasien lain sudah menunggu dari pagi,” ujarnya.
Z mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat dirinya mempertanyakan penerapan sistem antrean di Poli Saraf. Menurutnya, pasien yang telah datang lebih awal seharusnya memperoleh pelayanan sesuai nomor antrean yang dimiliki.
Selain persoalan antrean, Z menyebut adanya aktivitas jualan di sekitar ruang Poli Saraf. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah orang yang berjualan tersebut merupakan karyawan RSUD M. Natsir atau pihak lain.












