Evi menduga titik awal kebakaran berasal dari salah satu bangunan ruko di lantai satu yang disebut-sebut menjadi tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).
“Api berasal dari salah satu ruko lantai satu yang banyak disebut tempat menimbun bensin. Katanya tadi malam ada yang datang dari Palembang. Kalau lantai duanya kosan yang sedang dibangun tapi belum ada isinya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, mengatakan, pihaknya menerima laporan pukul 07.35 WIB dari warga yang mendengar suara ledakan dari bangunan di sebelahnya yang disebut sebagai gudang bahan bakar minyak (BBM).
Setelah menerima laporan itu, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri atas delapan unit Damkar Kota Padang, satu unit Damkar Semen Padang, dan satu unit Damkar Universitas Andalas dengan 85 personel. Ia mengatakan petugas tiba di lokasi pada pukul 07.49 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 08.40 WIB.
“Objek yang terdampak meliputi tiga rumah toko (ruko), dua toko, dua rumah petak berbahan kayu, dua gerobak kontainer minuman, dua unit bentor, tujuh sepeda motor, dan satu gudang yang disebut gudang BBM. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 35 x 10 meter persegi,” ujarnya.
Ia mengatakan, akibat kejadian itu, satu orang mengalami luka bakar dan 22 orang dari lima kepala keluarga mengungsi.
Ia melanjutkan, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.












