“Kan kita udah ada, desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” kata Airlangga dalam keterangannya.
Airlangga mengatakan indikator penentuan desil mengacu pada pengeluaran atau kepemilikan aset yang dihimpun melalui survei.
Urutan Desil 1 hingga 10
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui posisi kesejahteraannya dalam DTSEN, desil dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.
* Desil 1: kelompok masyarakat miskin ekstrem atau 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
* Desil 2: kelompok masyarakat miskin.
* Desil 3: kelompok masyarakat hampir miskin.
* Desil 4: kelompok masyarakat rentan miskin.
* Desil 5: kelompok ekonomi menengah ke bawah.
* Desil 6: kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah.
* Desil 7: kelompok masyarakat menengah.
* Desil 8: kelompok masyarakat menengah ke atas.
* Desil 9: kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
* Desil 10: kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Kelompok desil 1 hingga 4 menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial. Sementara masyarakat yang berada di desil 5 masih dapat menerima program tertentu sesuai ketentuan masing-masing program.
Adapun kelompok desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos karena dinilai memiliki kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik.
Data Desil Bisa Berubah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, posisi desil bukan data yang bersifat permanen. Data tersebut dapat diperbarui secara berkala mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemutakhiran data dilakukan setiap tiga bulan. Warga yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya dapat mengajukan sanggahan.













