Sumbarkita — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) menekankan pentingnya pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan bahwa inflasi menjadi salah satu indikator utama dalam penetapan kebijakan moneter Bank Indonesia. Menurutnya pencapaian target inflasi menjadi bagian dari tanggung jawab Bank Indonesia yang harus dipertanggungjawabkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Kalau inflasi melebihi 3,5 persen, berarti inflasi berada di atas batas atas sasaran yang ditetapkan pemerintah. Dalam kondisi tersebut, Bank Indonesia harus memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan kebijakan yang ditempuh kepada DPR,” kata Majid dalam silaturahmi dengan jajaran Sumbarkita di kantornya, Kota Padang, pada Senin (28/9/2026).
Majid mengatakan bahwa Bank Indonesia secara berkala menyampaikan arah kebijakan untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, pelaku usaha, dan sektor perbankan. Menurutnya, penyampaian arah kebijakan tersebut dapat menjadi acuan bagi berbagai pihaknya, seperti pelaku usaha dan perbankan, dalam mengambil keputusan ekonomi, termasuk dalam merespons perkembangan suku bunga.
Majid menjelaskan bahwa inflasi memiliki dampak terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut bahwa kenaikan harga barang dapat mengurangi daya beli, terutama ketika pendapatan rumah tangga terbatas.
Ia mencontohkan bahwa harga beras yang berbeda-beda. Menurutnya, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan belanja berdasarkan kemampuan keuangan masing-masing. Ia membandingkan beras seharga Rp15.000 dengan beras yang harganya mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000.
“Ketika harga barang meningkat, masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran. Uang yang semula dapat digunakan untuk menabung atau membeli kebutuhan lain bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pokok,” tutur Majid.
Menurut Majid, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga inflasi agar kenaikan harga tidak semakin menekan daya beli masyarakat.













