Prosesi pengambilan api juga dilakukan dengan tata cara adat sambah kato sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan izin kepada para pemangku adat.
Setelah diambil dari Pariangan, api dibawa melintasi sejumlah daerah sebelum tiba di Kota Padang. Perjalanan tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sumbar dalam mendukung penyelenggaraan dan prestasi olahraga daerah.
Porprov Digelar di 12 Daerah
Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Penyelenggaraan tahun ini menggunakan pola joint host dengan melibatkan 12 kabupaten dan kota sebagai lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan pola tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
Porprov XVI Sumbar mendapat alokasi sekitar Rp12 miliar dari APBD Sumbar. Anggaran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan penyelenggaraan Porprov 2018 yang mencapai sekitar Rp46 miliar.
“Kami harus realistis dengan kondisi keuangan. Format joint host ini menjadi solusi sekaligus sejarah baru dengan keterlibatan 12 daerah,” ujarnya.
Keterbatasan anggaran tersebut diatasi dengan memaksimalkan fasilitas milik pemerintah daerah serta menggandeng pihak swasta melalui dukungan sponsor. KONI Sumbar juga melakukan rasionalisasi anggaran bersama pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga.
Porprov XVI menjadi ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumbar setelah vakum selama delapan tahun. Porprov terakhir digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018.
Penyelenggaraan Porprov sempat terkendala pandemi Covid-19 dan persoalan pendanaan daerah. Tahun ini, pembukaan yang semula direncanakan berlangsung di Kabupaten Solok dipindahkan ke Kota Padang setelah wilayah tersebut dilanda bencana galodo.
Pembukaan Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada Jumat (2/10/2026), sebelum rangkaian pertandingan di berbagai daerah berlangsung hingga 14 Oktober 2026.











