Selanjutnya, pada Jumat (2/10/2026) pukul 19.00 WIB, api akan dikirab menuju Rumah Dinas Gubernur Sumbar. Di lokasi tersebut, api akan digunakan untuk penyulutan kaldron sebagai bagian dari seremoni pembukaan Porprov XVI Sumbar.
“Kami memastikan seluruh jalur kirab berjalan aman dan lancar hingga api disulutkan pada puncak seremoni pembukaan,” tegas Septri.
Septri mengatakan api Porprov tidak hanya menjadi bagian dari seremoni pembukaan, tetapi juga membawa simbol persatuan bagi seluruh daerah yang berpartisipasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Api ini adalah api yang mempersatukan 19 kabupaten dan kota. Kita ingin api ini dijaga agar tidak padam untuk perjalanan olahraga Sumbar ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengambilan api dari Nagari Tuo Pariangan juga menjadi titik pertemuan antara tradisi kebudayaan Minangkabau dan semangat olahraga.
“Semoga api ini menjadi anugerah dan kekuatan bagi kebangkitan serta kejayaan olahraga di Ranah Minang,” tuturnya.
Berasal dari Tradisi Nagari Tuo Pariangan
Pengambilan api Porprov dari Nagari Tuo Pariangan berkaitan dengan posisi nagari tersebut dalam sejarah dan tradisi masyarakat Minangkabau. Pariangan dikenal sebagai salah satu nagari yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah asal-usul masyarakat Minangkabau.
Penetapan Pariangan sebagai sumber resmi api ajang olahraga Sumbar berlandaskan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar Nomor SK.426.3-419-90 tertanggal 15 Agustus 1990.











