Sumbarkita – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Salah satunya melalui rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Ampek Jirek di Korong Sikilie, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik. Pekerjaan tersebut kini tengah berlangsung.
Rehabilitasi bendung memiliki nilai kontrak Rp979 juta dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan CV Aneka Cipta dan diawasi CV Gudang Padi.
Bendung DI Ampek Jirek mendapat dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanganan bencana tahun 2026. Infrastruktur tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama sekitar 10 tahun sehingga fungsi pengairannya tidak lagi berjalan optimal.
Kondisinya semakin parah setelah bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2025. Kerusakan berat pada bendung kemudian berdampak terhadap sistem pengairan lahan pertanian masyarakat.
Bendung tersebut memiliki peran penting karena mengairi sekitar 125 hektare areal persawahan, termasuk kawasan pertanian yang berada hingga wilayah Kota Pariaman.
Pemulihan bendung diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur pengairan, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.
Dengan kembali optimalnya jaringan irigasi, ketersediaan air untuk sawah diharapkan lebih terjamin. Kondisi itu akan membantu petani mengelola lahan, mempertahankan produktivitas pertanian, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis sebelumnya menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh diartikan sebagai penghentian pembangunan, terutama untuk program yang berkaitan dengan kebutuhan vital masyarakat.
“Efisiensi bukan berarti pembangunan berhenti. Kita harus memastikan anggaran yang tersedia diarahkan kepada program yang benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar JKA.
Menurutnya, pemerintah daerah terus menyesuaikan dan menata kembali anggaran berdasarkan skala prioritas. Dengan begitu, program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap dapat dilaksanakan.
Ia mengatakan infrastruktur pertanian dan irigasi menjadi salah satu perhatian karena memiliki dampak jangka panjang. Infrastruktur yang berfungsi baik akan mendukung produksi pertanian, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
JKA juga menekankan pembangunan pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya dilihat dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi yang paling penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika irigasi kembali berfungsi, petani bisa kembali mengelola sawah dengan lebih baik dan roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap rehabilitasi Bendung DI Ampek Jirek dapat diselesaikan sesuai target sehingga fungsi bendung dan jaringan irigasi kembali optimal.
Selain menjamin pengairan areal persawahan, perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat perekonomian masyarakat di Padang Pariaman serta wilayah sekitarnya.














