Sumbarkita – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, berada dalam kategori berbahaya pada Rabu (16/9/2026) pagi. Kondisi tersebut ditandai dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang mencapai 903.
Data tersebut dilihat melalui laman IQAir pada pukul 07.35 WIB. Berdasarkan data yang ditampilkan, polutan utama di Kota Padang adalah PM2.5 atau partikel halus berukuran hingga 2,5 mikrometer. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 528 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kemudian suhu di tercatat 25 derajat Celsius dengan kecepatan angin 7 kilometer per jam, sedangkan kelembapan mencapai 81 persen.
Selain PM2.5, konsentrasi PM10 tercatat 516 µg/m³. Sementara itu, polutan lainnya yang terpantau meliputi ozon (O3) sebesar 85,6 µg/m³, nitrogen dioksida (NO2) sebesar 87,3 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO2) sebesar 20,4 µg/m³.
Data tersebut juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 saat ini mencapai 105,6 kali nilai panduan PM2.5 tahunan WHO.
Pada laman itu, kualitas udara kemudian diperkirakan mengalami penurunan secara bertahap sepanjang hari ini. Pada pukul 08.00, AQI diperkirakan berada di angka 697, kemudian 628 pada pukul 09.00, 559 pada pukul 10.00, 492 pada pukul 11.00, dan 424 pada pukul 12.00.
Selanjutnya, pada pukul 13.00, AQI diperkirakan 357, kemudian 290 pada pukul 14.00 dan 222 pada pukul 15.00. Angka tersebut diperkirakan turun menjadi 155 pada pukul 16.00. Memasuki sore hingga malam, indeks kualitas udara diperkirakan berada di angka 86 pada pukul 17.00, 85 pada pukul 18.00 dan 19.00, serta 83 pada pukul 20.00.
Dalam prakiraan harian, indeks kualitas udara Padang diperkirakan berada di angka 76 pada Kamis (17/9/2026), 68 pada Jumat (18/9/2026), 61 pada Sabtu (19/9/2026), dan 97 pada Minggu (20/9/2026). Indeks tersebut kemudian diperkirakan meningkat menjadi 154 pada Senin (21/9/2026) dan 157 pada Selasa (22/9/2026).











