Sumbarkita – Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri presentasi perkembangan Interferon Gamma Release Assay (IGRA) bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang sekaligus perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Reski Wahyudi, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas, serta sejumlah undangan.
Yota Balad mengatakan pemerintah daerah mendukung berbagai program pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk melalui peningkatan fasilitas dan prasarana rumah sakit rujukan di daerah.
“Kami di daerah sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi, apalagi dengan semakin dilengkapinya fasilitas dan prasarana pendukung di Rumah Sakit rujukan Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.
Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan perlu didukung sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin baik.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, Provinsi dan Pusat dalam hal ini Kementerian, dapat terus kita tingkatkan, sehingga berbagai pembangunan dapat kita wujudkan di daerah, apalagi dalah hal pelayanan Kesehatan yang prima,” katanya.
Kehadiran Wamenkes juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan inovasi kesehatan yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Salah satunya melalui perkembangan IGRA yang dikembangkan Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA), serta Farmasi dan Terapi (FT) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Andani Eka Putra.
Dalam kesempatan tersebut, Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penguatan fasilitas kesehatan dan kolaborasi lintas sektor. Ia juga menyoroti dukungan infrastruktur dasar bagi rumah sakit rujukan regional.
Salah satunya melalui pembangunan sumur bor di RSUP Dr. M. Djamil Padang oleh BWS Sumatera V Padang. Sumur tersebut memiliki kedalaman mencapai 124 meter dan disiapkan sebagai bagian dari upaya penanganan darurat pascabencana sekaligus memperkuat layanan dasar, khususnya ketersediaan air bersih bagi fasilitas kesehatan.
“Dibawah arahan bapak Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan tengah mendorong penguatan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai program pembangunan dan revitalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” ungkap Benjamin.
Ia mengatakan Kementerian Kesehatan menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai kabupaten/kota mulai 2026. Program tersebut disebut memiliki total anggaran Rp120 triliun.
Selain itu, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di 514 kabupaten/kota yang ditargetkan selesai paling lambat pada 2030.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan sejumlah instansi dan mitra di bidang kesehatan. Kerja sama tersebut melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, PT Bio Farma, dan PT Kimia Farma.
Selain itu, dilakukan serah terima sumur bor RSUP Dr. M. Djamil Padang dari BWS Sumatera V Padang.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kejutan ulang tahun untuk Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus yang genap berusia 63 tahun. Panitia menyiapkan kue ulang tahun dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama para tamu undangan.














