Atas tanggapan Kepala Bagian Kerjasama Setda tersebut, BPK dalam laporan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa komponen uang makan malam telah dimasukkan sebagai pengurang kelebihan pembayaran. Namun, untuk tiket kereta api Frankfurt ke Hildesheim tidak dapat diakui karena para pelaksana perjalanan dinas tidak dapat menunjukkan bukti pembelian tiket kereta api tersebut.
Sekda Kota Padang, Andre Algamar menyampaikan kepada media bahwa kelebihan pembayaran sudah ditindaklanjuti dengan pengembalian ke Kas Daerah sesuai dengan rekomendasi BPK. Meski demikian, publik masih bertanya-tanya mengenai hasil konkret kunjungan Wali Kota bersama tiga delegasi lainnya ke Jerman tersebut, yang menyebabkan waktu perjalanan dinas melebihi waktu yang disetujui Mensetneg.
Diketahui, Hendri Septa bersama Kabag Kerja Sama, Erwin, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dian Fakhri berkunjung ke Jerman atas undangan Pemerintah Kota Hildesheim.
Andre Algamar mengatakan bahwa agenda perjalanan dinas Wali Kota Padang ke Jerman adalah untuk meninjau secara langsung instalasi pengolahan limbah (sewerage plant), melihat composting facility, dan melihat langsung proyek perbaikan saluran pembuangan limbah. Selain itu, mereka juga berkunjung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Hildesheim dan kantor instalasi pengolahan limbah Kota Hildesheim.
“Selain kunjungan teknis terkait limbah, Wali Kota juga melakukan diskusi dengan tim ahli persampahan Kota Hildesheim, meresmikan Padang Brucke (Jembatan Padang) di Kota Hildesheim, dan membuka booth produk UKM Kota Padang di Kota Hildesheim,” kata Andre saat dikonfirmasi, Sabtu (22/7/2023).
Namun, dalam penjelasannya, Andre Algamar tidak memberikan rincian mengenai manfaat kegiatan tersebut bagi Kota Padang. Dia juga tidak menjelaskan kontribusi dari diskusi dengan tim ahli sampah Kota Hildesheim terhadap penanganan banjir di Kota Padang serta alasan mengapa Dinas Lingkungan Hidup Pemko Padang tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Padang, Mairizon mengaku tidak ikut dalam kunjungan ke luar negeri tersebut karena masalah keluarga. Mairizon menyatakan bahwa setelah pulang dari kunjungan Wali Kota dari Jerman, stafnya telah membuat perencanaan pengelolaan persampahan dan mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah berjalan.
Meskipun begitu, Mairizon tidak menjelaskan dengan detail bagaimana perencanaan dan kegiatan yang telah dilakukan sebagaimana yang ia sampaikan. ***