Sumbarkita – Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut membawa material lumpur, batu, dan kayu dari kawasan perbukitan di belakang kompleks perkantoran. Peristiwa terjadi setelah wilayah hulu diguyur hujan deras sejak waktu Magrib.
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Barat, Prof. Isril Berd, mengatakan galodo tersebut dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi topografi kawasan Gunung Talang.
”Bencana galodo dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di kawasan Gunung Talang dan sekitarnya sejak malam hari,” ujar Isril kepada Sumbarkita, Selasa (22/9/2026).
Menurut Isril, kawasan Arosuka memiliki karakteristik topografi yang terjal dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tersebut, kata dia, membuat kawasan itu memiliki potensi bahaya dari material vulkanik.
”Wilayah Arosuka berada di kaki gunung api aktif dengan topografi terjal yang kaya akan endapan batu dan lumpur vulkanik,” kata Isril.
Ia menjelaskan, air yang mengalir dari kawasan hulu membawa material debris berupa lumpur, batu, dan kayu menuju kawasan pusat pemerintahan. Material tersebut berasal dari perbukitan dan kawasan hutan di belakang kompleks perkantoran.
”Luapan air bah membawa material debris berupa lumpur, batu, dan kayu dari perbukitan hutan di belakang kompleks perkantoran,” tutur Isril.













